Recent post berjalan

UPACARA RITUAL TIWAH

Blog Widget by LinkWithin

UPACARA RITUAL TIWAH
Upacara ritual Tiwah merupakan salah satu ritual keagamaan kepercayaan Suku Dayak Kalimantan Tengah khususnya yang beragama Hindu Kaharingan. Ritual ini biasanya digelar dengan tujuan mengantarkan roh suci leluhur menuju nirwana untuk menghadap Ranying Hattala Langit atau Yang Maha Kuasa.
Untuk melaksanakan ritual tersebut, sebelumnya persiapan dilakukan secara matang, karena untuk menggelar ritual ini, memang tidak sedikit biaya yang dikeluarkan, bahkan bisa mencapai ratusan juta Rupiah.
Salah satunya seperti yang dilaksanakan oleh Warga Desa Tumbang Torung Kecamatan Bukit Sentuai. Pada tahun 2011 ini merupakan pertama kalinya Warga Desa Tumbang Torung menggelar Tiwah Massal bagi sebanyak 197 jenajah yang di angkat untuk dibersihkan.
Sementara itu untuk susunan pelaksnaannya ritual, pertama jenajah baik dari leluhur maupun sanak saudara yang telah meninggal dunia dibongkar, selanjutnya seluruh tulang belulang dibersihkan oleh sanak saudara maupun kerabat. setelah dibersihkan seluruhnya dibungkus dengan rapi dan diletakkan di panggung ritual selama satu hari.
Sedangkan untuk acara puncak, dalam ritual tersebut juga dipersiapkan beberapa ekor hewan sebagai persembahan kepada sang leluhur. Hewan kurban tersebut yakni Kerbau, Sapi, Ayam dan Babi.
Sebelum memberikan persembahan, pertama seluruh keluarga yang terlibat melakukan ritual Menganjan yakni dengan menari memanggil roh suci mengelilingi  persembahan dan Sangkaraya sebanyak 7 kali, dengan dipimpin oleh Pesor atau Pendeta.
Setelah selesai melakukan ritual tersebut, selanjutnya dilakukan persembahan hewan yang dikurbankan untuk disuguhkan kepada roh suci. Usai melakukan persembahan untuk roh suci, kegiatan ritual dilanjutkan dengan memasukan kerangka kedalam Sandung, yakni wadah yang disiapkan untuk penempatan tulang.
Namun sebelum menempatkan tulang kedalam Sandung, terlebih dulu pihak keluarga menurunkan tulang dari panggung  yang dibungkus dengan menggendong, sambil mengelilingi sepundu dan sangkaraya sebanyak 3 kali. Usai melakukan ritual tersebut, baru keluarga bisa menempatkan rangka tulang kedalam Sandung.
Suasana haru dan sedih pun terlihat, ketika pihak keluarga mulai memasukan rangka kedalam sandung. Dengan harapan dari ritual ini roh sanak maupun saudara akan langsung menuju Surga atau Nirwana.
www.sstv.co.id/budaya-lestarikan-budaya-ritual-tiwah


About The Author:

Penulis: M.Joko Lukito
Mari budayakan berkomentar baik berupa Kritik, Saran, maupun Pertanyaan untuk menjadikan blog ini lebih baik ke depannya. Copy-Paste artikel M.Joko Lukito Di ijinkan, tapi URL sumbernya disertakan.
Terima Kasih.. Follow me on Twitter Di Sini Add me on Facebook Di Sini.

0 komentar:

mengatakan...

UPACARA RITUAL TIWAH

Blog Widget by LinkWithin

UPACARA RITUAL TIWAH
Upacara ritual Tiwah merupakan salah satu ritual keagamaan kepercayaan Suku Dayak Kalimantan Tengah khususnya yang beragama Hindu Kaharingan. Ritual ini biasanya digelar dengan tujuan mengantarkan roh suci leluhur menuju nirwana untuk menghadap Ranying Hattala Langit atau Yang Maha Kuasa.
Untuk melaksanakan ritual tersebut, sebelumnya persiapan dilakukan secara matang, karena untuk menggelar ritual ini, memang tidak sedikit biaya yang dikeluarkan, bahkan bisa mencapai ratusan juta Rupiah.
Salah satunya seperti yang dilaksanakan oleh Warga Desa Tumbang Torung Kecamatan Bukit Sentuai. Pada tahun 2011 ini merupakan pertama kalinya Warga Desa Tumbang Torung menggelar Tiwah Massal bagi sebanyak 197 jenajah yang di angkat untuk dibersihkan.
Sementara itu untuk susunan pelaksnaannya ritual, pertama jenajah baik dari leluhur maupun sanak saudara yang telah meninggal dunia dibongkar, selanjutnya seluruh tulang belulang dibersihkan oleh sanak saudara maupun kerabat. setelah dibersihkan seluruhnya dibungkus dengan rapi dan diletakkan di panggung ritual selama satu hari.
Sedangkan untuk acara puncak, dalam ritual tersebut juga dipersiapkan beberapa ekor hewan sebagai persembahan kepada sang leluhur. Hewan kurban tersebut yakni Kerbau, Sapi, Ayam dan Babi.
Sebelum memberikan persembahan, pertama seluruh keluarga yang terlibat melakukan ritual Menganjan yakni dengan menari memanggil roh suci mengelilingi  persembahan dan Sangkaraya sebanyak 7 kali, dengan dipimpin oleh Pesor atau Pendeta.
Setelah selesai melakukan ritual tersebut, selanjutnya dilakukan persembahan hewan yang dikurbankan untuk disuguhkan kepada roh suci. Usai melakukan persembahan untuk roh suci, kegiatan ritual dilanjutkan dengan memasukan kerangka kedalam Sandung, yakni wadah yang disiapkan untuk penempatan tulang.
Namun sebelum menempatkan tulang kedalam Sandung, terlebih dulu pihak keluarga menurunkan tulang dari panggung  yang dibungkus dengan menggendong, sambil mengelilingi sepundu dan sangkaraya sebanyak 3 kali. Usai melakukan ritual tersebut, baru keluarga bisa menempatkan rangka tulang kedalam Sandung.
Suasana haru dan sedih pun terlihat, ketika pihak keluarga mulai memasukan rangka kedalam sandung. Dengan harapan dari ritual ini roh sanak maupun saudara akan langsung menuju Surga atau Nirwana.
www.sstv.co.id/budaya-lestarikan-budaya-ritual-tiwah


About The Author:

Penulis: M.Joko Lukito
Mari budayakan berkomentar baik berupa Kritik, Saran, maupun Pertanyaan untuk menjadikan blog ini lebih baik ke depannya. Copy-Paste artikel M.Joko Lukito Di ijinkan, tapi URL sumbernya disertakan.
Terima Kasih.. Follow me on Twitter Di Sini Add me on Facebook Di Sini.